TEGAL,rodhisolo.info– Jajaran Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meninjau saluran air bersih di Dukuh Benda Kecamatan Bumijawa, Tegal, Sabtu (16/12). Wakil rakyat meminta Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jateng untuk melakukan penanganan terpadu.
 
Mengingat kondisi saluran air bersih tersebut menggantung di atas permukaan tanah. Ini disebabkan terjadinya tanah longsor di lokasi tersebut. 
 
Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Muhammad Rodhi menyarankan kepada Perusda untuk membuat perencanaan perbaikan atau memindahkan jalur saluran air bersih ke lokasi yang relatif lebih stabil. “Saran ini kami berikan agar mampu memberikan perbandingan anggaran pada dua langkah itu,” katanya di sela-sela tinjauan.
Selain itu, Perusda juga bisa melakukan diversifikasi usaha berupa pembangkit listrik mikro hidro yang hasilnya bisa dijual ke PLN. Namun, untuk sisi ini masih memerlukan kajian mendalam sehingga lebih matang.
tegal-komisi-c
 
Lebih lanjut, diversifikasi ini bisa dilakukan lantaran sudut elevasi air mencapai ketinggian 1.000 meter sehingga mampu menyalurkan air bersih tanpa dibantu pompa karena adanya gaya gravitasi.
 
Air bersih yang bersumber dari Desa Kaligiri Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes tersebut saat ini mampu menyuplai debit air sebesar 250 liter/ detik kepada warga Tegal. Dengan kondisi saat ini, pihaknya khawatir bisa mempengaruhi suplai air bersih kepada masyarakat. Untuk itulah perlu penanganan cepat sehingga masalah tersebut segera teratasi.
 
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengawas PDAB Jateng, Tekad mengaku saat ini menemui beberapa kendala. Pertama, persoalan aset yang saat ini masih tercatat milik Pemerintah Pusat. Sehingga, aset tersebut belum bisa dimasukkan dalam neraca aset. Masalah lain yang juga dihadapi PDAB adalah sisi regulasi. Di mana, ada peraturan yang tidak mengiiznkan adanya penambahan biaya dan dibatasi maksimal hanya 40 persen dari biaya operasional tahun sebelumnya. 
“Padahal, kami segera menangani proyek baru yang membutuhkan tambahan tenaga dan biaya yang tidak sedikit,”ungkap dia.
komisi-c-tegal
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) PDAB Jateng, Hesti Lilianti menjelaskan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah jaringan pipa distribusi yg saat ini berada di tengah jalan raya. Kondisi itu menyulitkan perbaikan pada saat ada kebocoran. 
“Namun, upaya pemindahan pipa tersebut ke pinggir kalam nantinya akan melewati rumah warga. Artinya, harus ada pembebasan tanah dan besaran ganti rugi. Sehingga, kami perlu mengkajinya terlebih dahulu,” tutur Hesti.(*)
tegal-c-komisi
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *