BOYOLALI,rodhisolo.infoPembangunan jalur kereta api (KA) ke Bandara Inernasional Adi Soemarmo di Boyolali bisa menjadi cikal bakal pengembangan wilayah Solo-Karanganyar-Boyolali menjadi lebih maju. Dari segi makronya, terkoneksinya bandara dengan stasiun maka Bandara Adi Soemarmo akan memiliki daya saing yang tinggi untuk bandara komersial terbesar di Jateng ini. 
Anggota Komisi C DPDR Jateng, Muhammad Rodhi mempridiksikan, masyarakat di wilayah Solo Raya sekitarnya serta, penduduk di sisi barat Jawa Timur akan memilih terbang dari Solo ke daerah tujuan karena aksesnya lebih mudah. 
Pasalnya, akses menuju ke bandara lebih cepat lagi bila bisa ditempuh dengan KA dari Solo ini
“Apalagi ada satu maskapai nasional yang membuka penerbangan dengan rute-rute padat seperti Denpasar, Jakarta, dan kota-kota lain seperti Lombok, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Pandangan saya prospek bandara ini ke depannya cukup bagus,” katanya.
Wakil rakyat yang berdomisili di Solo ini mengurai, rencana pemindahan Bandara Adi Sucipto dari Sleman ke Kulonprogo akan berpengaruhi dengan jarak tempuh penumpang dari Solo sekitarnya untuk menuju bandara baru tersebut. Mengingat waktu tempuh yang dihabiskan bisa mencapai 2-3 jam perjalanan darat. Peluang ini sebenarnya bisa dipilih otoritas bandara dengan membuka peluang maskapai penerbangan membuka rute penerbangan serta memberikan izin bagi pembangunan kereta bandara. “Saya yakin bila Bandara Adi Soemarmo makin banyak rute penerbangan, maka masyarakat akan memilih terbang dari sini,” imbuh wakil rakyat dari PKS ini.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan Kemenhub segera merealisasikan kereta bandara, yang akan mengintegrasikan Bandara Adi Soemarmo dengan Stasiun Balapan. Dengan adanya kereta yang melayani penumpang dari dan ke bandara tersebut, diharapkan akan meningkatkan daya saing bandara dalam menggaet penumpang pesawat. (*)

Kunjungi : Singa dari Jawa Barat
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *