Ada yang bertanya …..
Kenapa kita ngurusi negeri orang lain…… sedang negeri sendiri masih butuh perhatian…..
Islam di Indonesia….. didakwakan oleh para wali yang disebut Walisongo….
Salah satu dari Walisongo, yang bernama Sayyid Ja’far Shodiq Azmatkhan atau dikenal dengan  nama Sunan Kudus, dilahirkan di al-Quds, Palestina pada tanggal 9 September 1400 M, dengan nasab sambung ke Rasulullah. Sunan Kudus merupakan keturunan ke-24 dari Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (baca wikipedia).
Salah satu keturunan Sunan Kudus, juga GURU yg dihormati oleh Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari adalah Syekh Kholil “Bangkalan” Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini (K. Kholil Bangkalan)…
Sehingga ketika Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari akan mendirikan NU (Nahdlatul Ulama) perlu menunggu fatwa dan pendapat beliau, dan yg diutus oleh K Kholil Bangkalan untuk menemui Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari adalah K As’ad Syamsul Arifin (santri K. Kholil, putra K. Syamsul Arifin dengan bu nyai Maimunah) ….. 2x
kudus-sunan-silsilah
 
K. As’ad Syamsul Arifin diutus menemui Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari, yang pertama membawa dan menyerahkan tongkat dan yang kedua menyerahkan tasbih, dengan dzikir Ya Jabbar….ya Jabbar….ya Jabbar….(satu putaran tasbih) Ya Qohhar….ya Qohhar…..ya Qohhar….(satu putaran tasbih)…..
Siapa yang berani dengan Ulama akan hancur….(sejarah NU)
kudus-silsilah-sunan
Jadi sangat wajar, kalau kaum muslimin Indonesia, ahlul sunnah wal jama’ah, yang menghormati dan mengikuti para Wali dan ulama…. peduli dengan tanah dan kota kelahiran Sunan Kudus….salah satu Walisongo.
Sumber foto : panoramio.com
 
SIMAK JUGA : Profil Muhammad Rodhi 
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *