PATI,rodhisolo.infoAnggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng mendapati temuan menarik saat bertandang ke Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Pati, Jateng, Kamis (2/11/2017). Seperti nama Balkesmas yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, tidak kekinian, serta minimnya jumlah dokter yang harus melayani masyarakat.  Sidak yang dipimpin Ahmad Ridwan, anggota komisi C DPRD Provinsi Jateng diterima langsung oleh Kepala Balkesmas, Desie Frihandini Afief, SKM, MH.SC.
Kepala Balkesmas Desie Frihandini Afief, SKM, MH.SC, menyampaikan kondisi pendapatan dari Balkesmas dan beberapa kendala yang dihadapi selama ini. Tantangan utama yang dihadapi kurangnya sumber daya manusia kesehatan, yaitu tak tersedianya dokter spesialis paru. 

Simak pula : Potensi PAD BBTPH Wilayah Surakarta Bisa Ditingkatkan

Menurut Desie dari tiga dokter umum yang ada, satu dokter sedang sekolah lanjut dan dua yang masih berada di balkesmas. Sehingga yang tadinya ada rawat inap, menjadi klinik rujukan kedua, dengan rawat jalan saja.
“Tenaga kesehatan, dibantu oleh dokter PPDS dari DR RSUD Moewardi/UNS,” katanya.
pati-balkesmas-wilayah
Fasilitas kamar Balkemas Wilayah Pati
Meski dengan kondisi yang ada ini, Balkesmas yang dulu dikenal sebagai Balai Pengobatan Penyakit Paru (BP4), setiap tahun selalu memenuhi target pendapatan yang dicanangkan. Target  PAD sebenarnya masih bisa ditingkatkan.
 
Berikan Solusi
 
Oleh karenaya anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Ir. H. Muhammad Rodhi yang turut mengikuti sidak, menyampaikan sejumlah solusi dan masukan-masukan untuk perkembangan fasilitas kesehatan milik Pemprov Jateng itu.
Solusi pertama yang disampaikan terkait tenaga kesehatan. Anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera menandaskan karena masih belum dibukanya penerimaan pegawai baru di lingkungan pemerintah (PNS), maka Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk membuat data jumlah tenaga kesehatan yang ada. “Dengan demikian bisa diketahui seberapa jumlah kekurangan tenaga kesehatan bila dibandingkan dengan jumlah fasilitas kesehatan atau RS yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jateng.” 
pati-wilayahi-balkesmas
Alkes di Balkesmas Wilayah Pati
Solusi yang kedua adalah terkait nama dari lembaga ini. Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng ini mengatakan perlu dilakukan perubahan nama dan image Balkesmas. Bagi Rodhi nama Balkesmas sulit diucapkan. “Ini kalau dilihat dari segi pemasaran juga akan menyulitkan,” katanya. 
Selain itu lembaga dengan nama Balai tidak dikenal dalam nomenclature fasilitas kesehatan. Saat ini adanya klinik pratama, klinik utama, dan RS. Sehingga disarankan agar secepatnya dilakukan pembenahan terhadap balkesmas untuk ditingkatkan lagi menjadi RS spesialis Paru, sebagaimana telah dikenal oleh pasien sampai ke Jawa Timur bagian utara. 
Bila masukan-masukan ini bisa diaplikasikan di Balkemas tersebut, maka politisi dari Solo ini optimistis institusi ini akan lebih maju. Mengingat, fasilitas sarana prasarana masih cukup bagus untuk dikembangkan menjadi RS Paru atau Klinik Utama ataupun RS tipe D. Bahkan Ke depannya lembaga kesehatan ini bisa menjadi RS tipe C.(*)
balkesmas-pati-wilayahi
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *