*PesonaCheng2018 Sukses Jadi Trending Topic

SEMARANG – Klenteng Sam Poo Kong heboh. Tay Kak Sie Gang Pinggir, Semarang, yang dijadikan lokasi start, juga full lautan manusia.
Masyarakat yang berbaur dengan wisatawan antusias. Semua terlihat happy saat melihat 2.000 peserta arak-arakan melibas rute sepanjang 6 kilometer.
Ada yang mengenakan baju-baju oriental. Ada yang berbaju loreng. Ada yang mengenakan costume festival bermotif kerajaan. Bahkan ada juga yang mukanya dicoreng-moreng.
Bukan hanya arak-arakannya saja yang heboh. Prosesi mempersiapkan kostum yang dimulai pukul 02.00 siang itu juga heboh. Beraneka kamera vidografer, fotografer sampai blogger, tak pernah henti mengabadikan persiapan jelang arak-arakan.
“Ini luar biasa. Ribuan orang berjubel, datang dan pergi di halaman besar Sam Poo Kong. Tempat start di Tay Kek Sie yang sempit di Gang Lombok, juga ramai. Ada doa dan pentas seni dari pukul 07.00 hingga 00.00 WIB. Apalagi di dunia Maya #PesonaCheng2018 sukses menjadi trending topic nomor satu nasional,” ucap Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti.

Baca : Komisi C DPRD Jateng Tinjau Saluran Air Bersih Menggantung di Tegal

Pagi harinya, sekitar pukul 05.00 WIB, arak-arakannya pun langsung start.
Prosesinya meriah. Menghibur. Juga penuh warna. Saking okenya, masyarakat pun ikut meramaikan peristiwa budaya dan sejarah yang setiap tahun diperingati dan menjadi agenda tetap di Kota Lumpia itu.
Nyaris tak ada space kosong di rute yang dilewati arak-arakan.
“Tradisi ini sudah lama. Dan masyarakat selalu mengapresiasi dengan baik. Mudah-mudahan bisa menarik wisatawan baik mancanegara maupun Nusantara dan menjaga akulturasi budaya,” tambah Esthy yang ikut memantau seluruh rangkaian acara tadi.
Dia pun makin bersemangat. Makin pede. Keyakinannya, saat community sudah antusias, event rutin terjadwal setiap tahun, ada improvement, selalu ada perkembangan yang baru, maka itu sudah layak menjadi atraksi budaya yang bisa dipromosikan ke mancanegara. “Tentu harus dikoneksi dengan industry pariwisata, seperti airlines, hotel dan akomodasi, restoran – cafe, transport lokal, guide atau pramu wisata, juga atraksi destinasi yang lain,” tambah Wawan Gunawan.
Paparan juru bicara Sam Poo Kong, 10.000 tiket yang dijual selama dua hari selalu sold out. Pedagang kaki lima kebanjiran order. Pasar Karetan yang ikutan pindah juga ikut kebagian rezeki. Itu belum termasuk hotel-hotel yang dijadikan tempat menginap bagi tamu yang datang.
“Perayaannya sudah memiliki cultural value yang tinggi. Sudah punya commercial value. Yang paling penting, memberi dampak ekonomi kepada industri dan publik,” timpal Juru Bicara Yayasan Sam Poo Kong Semarang, Mulyadi.

SimakWarga Miskin Jangan Dibebani Biaya Administrasi Pemasangan Listrik

Pihaknya merasa senang karena perayaan Festival Cheng Ho 2018, berbeda dengan perayaan yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. ’’Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah dan kementerian pariwisata yang membantu membesarkan nama kami dan menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat sehingga acara ini berlangsung dengan meriah,” ujarnya.

Apresiasi gubernur

Setelah berbagai pertunjukan ditampilkan, para peserta arak-arakan kembali menuju Klenteng Tay Kak Sie sekitar pukul 13.30, Minggu (12/8/2018).
Pelepasan tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Secara simbolis dia turut memanggul Kimsin memutari halaman Sam Poo Kong.
Ratusan pengunjung Sam Poo Kong berbondong-bondong ingin mengabadikan momentum ketika Ganjar memanggul Kimsin.
Bahkan, banyak pengunjung berswafoto ditengah kerumunan tersebut.
Ketika pelepasan, Ganjar mengatakan pendaratan Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong ini meninggalkan hal yang menarik penuh cerita yang menjadi akulturasi budaya.
Gubernur Ganjar Pranowo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Cheng Ho 2018 di Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang. Gubernur juga menyatakan kekagumannya terhadap pesan yang disampaikan Laksmana Cheng Ho. Bahkan dalam sejumlah kunjungan, Ganjar mengaku menemukan Masjid Cheng Ho. ’’Saya ke Surabaya, ke Malang, saya ke Tretes saya temukan Masjid Cheng Ho. Di Salatiga, ada masjid kecil juga Masjid Cheng Ho. Festival ini menandai persahabatan, persaudaraan, agar kita semua berbahagia. Selamat Berbahagia,’’ serunya, disambut ribuan pengunjung Kelenteng Sam Poo Kong.
Dia berharap agar Festival Cheng Ho 2018 dapat mendongkrak kunjungan wisata di Kota Semarang. Apalagi, Cheng Ho dikenal sebagai tokoh dengan banyak cerita yang menarik.

Harapannya, agenda tahunan ini nantinya bisa menarik wisatawan dengan inovasi-inovasi seperti mengajak para pelajar ataupun masyarakat tiap RT untuk ikut terlibat.
“Perayaan tahun selanjutnya tinggal dikemas agar lebih bagus. Sekolah mau tampil apa, RT mana mau tampil apa, jika semua ikut kontribusi dan Semarang ramai, itu menjadi tontonan tahunan yang luar biasa yang ditunggu-tunggu,” ucapnya ketika ditemui seusai pelepasan arak-arakan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang pernah ikutan merayakan Festival ini 2016 silam langsung mengangkat emoji tiga jempol. “Jangan lupa terus promosikan dengan baik. Festivalnya sangat pas untuk originasi Tiongkok, atau pasar China. Ini penting sekali, orang Asia itu, ketika disentuh dengan kebudayaan dan sejarah masa lalu, hatinya bisa runtuh berkeping-keping. Mereka bisa jatuh cinta karena sejarah nenek moyang mereka,” kata Arief Yahya. Simak juga event Fsetival Cheng Ho 2018 di visitkhatulistiwa 

Kunjungi juga : Tinjauan ke Titik 0 Kilometer Indonesia

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *