BOYOLALI – Alat transportasi kereta api dari Solo menuju Semarang mulai digandrungi masyarakat. Buktinya tiket KA Kalijaga yang melayani relasi Solo-Semarang pulang pergi banyak diburu masyarakat khususnya pekerja dan pelancong.

Salah satu pelanggan KA Kalijaga, Muhammad Rodhi mengatakan, tarif KA yang cukup terjangkau dengan pelayanan setara KA ekonomi berpendingin udara (AC) membuat penumpang nyaman.

“Dengan tiket Rp 10.000 pulang pergi dari Semarang ke Solo cukup murah. Apalagi gerbongnya ber-AC dan nyaman, mestinya KA ini menjadi primadona masyarakat,” katanya, Rabu (15/8).

Simak : Pemprov Jateng Secepatnya Selesaikan Tol Solo-Semarang

Sayangnya, kata Rodhi, jadwal keberangkatan alat transportasi massal yang hanya sehari sekali baik dari Solo ke Semarang dan sebaliknya membuat pelanggan harus menyesuaikan jadwal ini. Menurut wakil rakyat asal Solo ini, semsetinya PT KAI menambah jadwal pelayanan KA dengan menambah rangkaian kereta yang baru.

Pasalnya warga ujung timur Boyolali seperti Juwangi, Wonosegoro, sejumlah kecamatan di Grobogan dan ujung barat Sragen sangat mengharapkan layanan KA ini ditambah frekuensi dan pemberhentiannya.

“Jadi sangat disayangkan bila relasi Solo-Semarang ini hanya dilayani sehari sekali. Padahal kalau pelayanan bisa rutin setiap jam seperti KA Prameks (relasi Solo-Yogyakarta), rute ini akan padat,” imbuh anggota Komisi C DPRD Jateng ini.

Rodhi merupakan salah satu pelanggan KA Kalijaga. Pelayanan dan kebutuhan alat transportasi massal yang murah dan nyaman semacam ini sudah disampaikan kepada jajaran PT KAI baik di Daop IV maupun VI.

Sementara itu Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Agus Susanto menambahkan KA Kalijaga melayani relasi Solo-Semrang. Setiap hari kereta ini melayani penumpang dari Solo ke Semarang pukul 05.20, dan Semarang-Solo pukul 09.00. Eko menambahkan, perjalanan KA Kalijaga selama ini disesuaikan dengan ketersedian rangakaian KA yang ada.

“Selama ini KA Kalijaga mengandalkan kereta idle Bengawan (KA relasi Solo-Jakarta-red), pas (KA Bengawan-red) menganggur di manfaatkan,” kata Eko. (sumber)

Baca juga : Panen di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Wilayah Surakarta.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *